Masalah apa yang paling sering anda temui ketika menjalani hubungan pacaran dengan pasangan anda?!. Sebut saja komunikasi, kurang terbuka, sering kali pasangan satu sama lain tidak menyadari pentingnya komunikasi dan transparansi kondisi masing-masing. Dan ternyata hal ini yang menjadi cikal bakal masalah besar dalam hubungan. Yang kemungkinan berujung pada ganti status di FB from ‘in relationship’ to ‘single’, dalam hitungan menit akan masuk koment dari teman-teman dekat yang mulai mengkonfirmasi. Mungkin adapula yang mampu memaksimalkan komunikasi dengan pasangan hanya saja tersandung masalah klasik yakni tidak saling mengerti dan dalam kondisi stadium 4 disebut berbeda prinsip.

Perbedaan prinsip atau sulitnya saling mengerti dalam menjalani hubungan misalnya perbedaan pradigma dalam memandang suatu masalah, dipicu oleh banyak hal, salah satunya perbedaan tingkat pendidikan. Bukan mudah untuk melancarkan suatu hubungan jika satu sama lain memiliki background pendidikan yang berbeda. Apalagi jika didukung dengan perbedaan culture yang kental. Perbedaan usia yang terlalu jauh juga disinyalir menjadi salah satu penyebab kandasnya hubungan. Hal ini tidak jarang ditemui pada beberapa pasangan, kesulitan dalam menemukan titik temu membuat semua sulit berjalan lancar. Pada kasus perbedaan usia, biasanya mereka tidak menemukan keseimbangan dalam menjalankan hubungan. Dominasi pasangan yang lebih tua kadang melahirkan depresi untuk pasangan yang lebih muda.

Dengan melihat beberapa contoh masalah yang sangat sering ditemui dalam menjalin hubungan, bukan kemudian membuat kita pesimis menjalin hubungan dengan seseorang dan sulit menatap masa depan. Bukankah kita telah dilahirkan secara berpasang-pasangan. Maka banyak hal yang bisa kita usahakan untuk tetap merapatkan hubungan sekalipun masalah-masalah tadi seringkali mewarnai kehidupan hubungan kita. Kadang kita tidak berpikir bahwa masalah dalam menjalin hubungan tak ubahnya seperti masalah dalam mata pelajaran matematika yang butuh pemecahan. Dan pemecahan masalah seperti ini biasanya mampu diselesaikan oleh orang-orang yang cerdas. Dan dalam kasus menjalin hubungan, anda harus mampu menjadi pasangan cerdas agar mampu menjawab tantangan atas masalah-masalah anda.

Menjadi pasangan cerdas harus menjadi cita-cita masing-masing pasangan. Menjadi pasangan cerdas yang selalu mampu saling mengerti, menyadari pentingnya komunikasi dan mampu menjadikan pasangan senantiasa merasa nyaman. Sulit jadinya bila keinginan menjadi pasangan cerdas hanya dimiliki oleh satu pihak saja, hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan. Karena prinsip ketidakseimbangan akan membawa bahaya pada hubungan, utamanya ketika ego mulai bicara. Pasangan cerdas harus mampu menciptakan posisi stabil, ketika salah satu pasangan dalam kondisi labil misalnya marah dan bertindak tidak seperti biasanya, maka pasangan lainnya tidak seharusnya menanggapi hal tersebut dengan marah pula. Sebaiknya pasangan lainnya mencoba untuk berpikir positif dan berusaha mengembalikan pada kondisi normal. Jika pada batasan tertentu ternyata itu gagal maka perlu dicari tahu penyebab dari kondisi pasangan yang labil ini. Karena bagaimanapun kondisi pasangan kita, seperti lagu Rezza “Cinta kan membawamu kembali”, rasa cinta dan kasih sayang pasti akan membawanya kembali. Namun, sekali lagi, jika hal tersebut tidak terjadi maka waspadai kemungkinan yang lebih fatal. So, selamat mencoba menjadi pasangan cerdas.

Medio, Juni 2010